<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kekristenan MINGGUAN INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://kekristenan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kekristenan.wordpress.com</link>
	<description>Pers Praktis untuk Keagungan Bangsa Kepulauan Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Oct 2007 05:48:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kekristenan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kekristenan MINGGUAN INDONESIA</title>
		<link>http://kekristenan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kekristenan.wordpress.com/osd.xml" title="Kekristenan MINGGUAN INDONESIA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kekristenan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mendamaikan Darwinisme dan Kristen</title>
		<link>http://kekristenan.wordpress.com/2007/10/05/mendamaikan-darwinisme-dan-kristen/</link>
		<comments>http://kekristenan.wordpress.com/2007/10/05/mendamaikan-darwinisme-dan-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2007 05:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penciptaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kekristenan.wordpress.com/2007/10/05/mendamaikan-darwinisme-dan-kristen/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ilmu dan agama ditakdirkan saling bermusuhan? Setiap anak sekolah belajar bagaimana Galileo dipaksa berlutut untuk menarik kembali kepercayaannya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, atau bagaimana Gereja bangkit melawan lagi pada 1859, ketika Charles Darwin menerbitkan On the Origin of Species yang berpendapat bahwa semua organisme hidup, termasuk manusia, merupakan hasil dari proses evolusi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekristenan.wordpress.com&amp;blog=1816372&amp;post=3&amp;subd=kekristenan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ilmu dan agama ditakdirkan saling bermusuhan? Setiap anak sekolah belajar bagaimana Galileo dipaksa berlutut untuk menarik kembali kepercayaannya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, atau bagaimana Gereja bangkit melawan lagi pada 1859, ketika Charles Darwin menerbitkan On the Origin of Species yang berpendapat bahwa semua organisme hidup, termasuk manusia, merupakan hasil dari proses evolusi yang lama dan lambat. <span id="more-3"></span> Kini, terutama di Amerika, banyak umat Kristen, yang disebut Kreasionis, masih berpendapat bahwa asal-usul manusia dapat ditemukan pada bab-bab awal Genesis, bukan pada penemuan ilmiah mana pun. </p>
<p>Tapi, saling pengaruh antara evolusi dan agama lebih kompleks dibanding oposisi dan konflik. Gagasan evolusi lahir dari agama. Yunani kuno tak mengerti kemajuan, waktu terarah, dan sejarah linier, yang berpuncak pada manusia. Konsep ini adalah warisan Yudeo-Kristen, dan di abad ke-18 para evolusionis awal&#8211;orang-orang seperti kakek Charles Darwin, Erasmus Darwin&#8211;membingkai gagasan mereka dalam konteks tanggung jawab religius tentang asal-usul ini. </p>
<p>Darwin pun banyak dipengaruhi gagasan Kristen, khususnya pada hal yang kita paling sedikit harapkan: dalam kepercayaannya tentang seleksi alam&#8211;kutukan Gereja&#8211;sebagai alasan kuat adanya evolusi. Darwin berpendapat bahwa lebih banyak organisme dilahirkan dibanding yang dapat selamat dan bereproduksi; bahwa hal ini membawa ke arah suatu perjuangan eksistensi; dan keberhasilan dalam perjuangan ini sebagian mencerminkan perbedaan fisik dan tingkah laku antara pemenang dan pecundang. Para pemenang adalah yang menyesuaikan diri dengan baik dengan lingkungannya&#8211;itulah, mereka mengembangkan corak yang membantu mereka untuk selamat dan bereproduksi. </p>
<p>Di belakang penekanan Darwin pada adaptasi terletak hasil pendidikan Kristennya. Satu argumentasi tradisional untuk keberadaan Tuhan, yang disebut &#8220;argumentasi dari rancangan,&#8221; menekankan bahwa bagian-bagian organis beradaptasi dan satu-satunya cara mereka bisa menjadi ada adalah melalui kerja sejenis kecerdasan. Mata, misalkan, seperti sebuah teleskop. Karena teleskop punya pembuat teleskop, mata pun harus punya pembuat mata&#8211;Ahli Optik Agung di Langit. Darwin menerima alam-seperti-rancangan dari organisme dan bagian-bagiannya ini. Tetapi, ketimbang memilih Tuhan Kristen, ia lebih suka pada konsep ilmiah tentang seleksi alam. </p>
<p>Ilmu dan agama masih bergumul di atas warisan teori evolusi Darwin melalui seleksi alam. Seperti biolog Oxford terkenal Richard Dawkins berkata, &#8220;Walaupun ateisme mungkin dapat dipertahankan secara logis sebelum Darwin, Darwin membuatnya mungkin untuk menjadi suatu ateis yang terpenuhi secara intelektual.&#8221; Tanpa seleksi alam, seruan kepada Tuhan bermakna. Tetapi, setelah Darwin dan seleksi alam, kita punya suatu penjelasan tanpa-kendali-Tuhan bagi adaptasi, membuatnya mungkin untuk menjadi seorang tak beriman, bahkan di hadapan alam-seperti-rancangan dari organisme dan bagian-bagiannya. </p>
<p>Tetapi, Dawkins melangkah lebih jauh dan membantah bahwa jika seseorang adalah pengikut Darwin, kemudian pantaslah orang itu menjadi ateis. Dawkins setuju dengan kaum Kreasionis pada satu hal: ketidakcocokan Darwinisme dan Kristen. Di dalam bukunya, River Out of Eden, ia menulis, &#8220;Semesta yang kita amati memiliki secara tepat properti yang kita mungkin harapkan jika, pada pokoknya, tanpa rancangan, tanpa tujuan, tanpa kejahatan, dan tanpa kebaikan, tanpa yang lain kecuali ketidakacuhan buta yang kejam.&#8221; </p>
<p>Di tempat lain ia menyerang agama secara langsung: &#8220;Sejenis pandangan atas alam semesta yang dipeluk orang-orang religius secara tradisional itu telah menjadi lemah, menyedihkan, dan kecil dibandingkan bagaimana alam semesta yang sesungguhnya. Alam semesta yang diperkenalkan agama-agama terorganisasi adalah alam semesta pertengahan yang kecil dan membosankan, dan sangat terbatas.&#8221; </p>
<p>Sekarang, saya, untuk satu hal, tidak cukup yakin bagaimana semesta pertengahan yang membosankan itu sesungguhnya. Kebanyakan pemikir kemudian kembali menerima perkiraan Arab bahwa alam semesta membentang 200 juta mil ke seberang sana, ruang yang cukup untuk melempar beberapa kucing&#8211;atau para ateis Oxford! </p>
<p>Tapi tak pelak lagi, apakah Anda percaya atau tidak pada eksistensi Tuhan Kristen (atau tuhan jenis lain), kesimpulan muram Dawkins tak terjadi. Anda mungkin tak harus menjadi seorang Kristen dalam terang Darwinisme, tetapi ini tidak berarti bahwa Anda tak bisa menjadi dia. </p>
<p>Pada kenyataannya, Paus Yohanes Paulus II, lelaki yang umumnya tidak dilukiskan bersikap lembut dalam soal komitmen religiusnya, telah secara terbuka mendukung evolusi, bahkan Darwinisme. Benar, ia menuntut intervensi khusus bagi kedatangan jiwa manusia, tetapi jiwa (jika semacam itu ada) adalah konsep yang bagaimanapun sukar secara ilmiah. </p>
<p>Orang-orang seperti Dawkins, dan Kreasionis dalam hal itu, melakukan kesalahan tentang tujuan ilmu dan agama. Ilmu berusaha menceritakan kepada kita dunia fisik dan bagaimana ia bekerja. Agama mengarahkan pada memberi suatu tujuan kepada dunia dan tempat kita di dalamnya. Ilmu mengajukan pertanyaan langsung. Agama mengajukan pertanyaan ultim. </p>
<p>Tak ada konflik di sini, kecuali ketika orang-orang yang keliru berpikir bahwa pertanyaan-pertanyaan dari satu ranah menuntut jawaban dari ranah lainnya. Ilmu dan agama, evolusi dan Kristen, tidak perlu konflik, hanya jika masing-masing mengetahui tempatnya dalam kehidupan manusia&#8211;dan tinggal dalam batas-batas ini. </p>
<p>Michael Ruse<br />
Profesor Filsafat di Florida State University dan pengarang buku Darwin and Design: Does Evolution have a Purpose? </p>
<p>Diterjemahkan oleh Kurniawan. Hak cipta pada Project Syndicate </p>
<p>Koran Tempo    </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekristenan.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekristenan.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekristenan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekristenan.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekristenan.wordpress.com&amp;blog=1816372&amp;post=3&amp;subd=kekristenan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekristenan.wordpress.com/2007/10/05/mendamaikan-darwinisme-dan-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukjizat, Pengertian Sebenarnya</title>
		<link>http://kekristenan.wordpress.com/2007/09/29/hello-world/</link>
		<comments>http://kekristenan.wordpress.com/2007/09/29/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 20:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mujizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah Anda akan nama Lee Strobel? Mungkin tidak. Ia adalah wartawan sebuah harian terkemuka Chicago Tribune. Pernah saya sebut-sebut namanya dalam beberapa tulisan saya yang lalu. Waktu itu saya menulis, betapa didorong oleh naluri kewartawanannya serta digelitik oleh panggilan imannya, Strobel merasa penasaran oleh pernyataan-pernyataan Charles Templeton, eks penginjil rekan sejawat Billly Graham, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekristenan.wordpress.com&amp;blog=1816372&amp;post=1&amp;subd=kekristenan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingatkah Anda akan nama Lee Strobel? Mungkin tidak. Ia adalah wartawan sebuah harian terkemuka Chicago Tribune. Pernah saya sebut-sebut namanya dalam beberapa tulisan saya yang lalu. <span id="more-1"></span><br />
Waktu itu saya menulis, betapa didorong oleh naluri kewartawanannya serta digelitik oleh panggilan imannya, Strobel merasa penasaran oleh pernyataan-pernyataan Charles Templeton, eks penginjil rekan sejawat Billly Graham, yang telah ingkar dari imannya. Maka terbanglah ia ke Boston untuk mewawancarai Peter Kreeft, profesor filsafat dari Boston College, guna memperoleh pandangan yang seimbang. (cf. Lee Strobel, ”THE CASE FOR FAITH”. Zondervan, 2000).<br />
Kali ini ia kembali dibuat geregetan oleh pernyataan beberapa ilmuwan. Di antaranya oleh pernyataan fisikawan terkenal, Max Plank, yang dengan yakinnya mengatakan bahwa kepercayaan pada ”mukjizat” pada satu ketika pasti akan menyerah, gulung tikar, dan dipaksa menyerahkan wilayah garapannya kepada ilmu pengetahuan.<br />
Dengan perkataan lain, menurut Plank, kepercayaan pada ”mukjizat” sekarang ini secara pasti sedang memudar dan meredup, untuk akhirnya padam sama sekali. Sebaliknya, cahaya ilmu pengetahuan kian ”mencorong”, dan akan menjadi penerang satu-satunya bagi segala sesuatu.<br />
Pendapat ini didukung penuh oleh biologiwan Richard Dawkins yang meramalkan, bahwa pada suatu ketika nanti ilmu pengetahuan akan mampu menyibak semua—atau sebagian terbesar—rahasia alam semesta. Dan ketika ini terjadi, sebagai konsekuensinya, manusia bakal tidak memerlukan lagi penjelasan-penjelasan yang nonilmiah. Misalnya, ya itu, kepercayaan akan ”mukjizat”. Sebab, katanya, apa yang sekarang disebut ”mukjizat”, sebenarnya sama sekali bukanlah ”mukjizat”. Tapi disebut demikian, hanya karena manusia belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.</p>
<p>PANDANGAN ”provokatif” tersebut, kita tahu, dianut banyak ilmuwan lain. Kenyataan inilah yang mendorong Lee Strobel terbang dari Chicago ke Atlanta, untuk mewancarai William Lane Craig. Siapa William Craig ini? Ia adalah profesor teologi yang diakui luas otoritas, rasionalitas, dan intelektualitasnya. Dan menjadi terkenal terutama karena buku-bukunya yang secara rasional dianggap ”berhasil” mempertahankan validitas ”iman” dan ”mukjizat” di tengah gugatan gencar orang-orang modern.<br />
Begitu berjumpa, Strobel segera ”tembak-langsung”. Pertanyaannya yang pertama adalah, apakah komentar Craig tentang pernyataan Plank dan Dawkins, bahwa orang moderen tidak layak dan tidak pantas mempercayai lagi adanya ”mukjizat”.<br />
Jawaban yang ia terima membuatnya terperangah. ”Menurut pendapat saya ,” kata Craig, ”mereka benar”. Setengah tak percaya akan telinganya semdiri, Strobel meminta ketegasan, ”Maaf, apa kata Anda barusan?”.<br />
”Saya berkata bahwa Plank dan Dawkins benar. Sebab yang terjadi adalah beberapa orang telah mengeksploitasi istilah ‘mukjizat’ secara murahan. Mereka jadikan itu sebagai dalih untuk menutupi kecekakan serta kekurangpengetahuan mereka. Lalu mereka juga dengan gampangnya melempar tanggung jawab kepada ‘Allah’, setiap kali mereka tidak mampu menjelaskan sesuatu. Bahwa ini sudah ketetapan Allah-lah. Atau bahwa ini adalah tindakan Allah-lah. Jadi ya terima saja, dan jangan banyak bertanya. Itu sebabnya saya katakan, adalah perkembangan yang baik dan sehat, bila ilmu pengetahuan terus berkembang serta menyingkirkan cara-cara berpikir yang naif, cupet dan simplistik seperti itu” </p>
<p>TAPI ini sama sekali tidak berarti bahwa Craig ikut-ikutan tidak mempercayai ”mukjizat”. Baginya, ”mukjizat” itu nyata.. ”Mukjizat” itu ada. ”Hanya saja,” begitu ia berkata, ”yang saya maksud dengan ‘mukjizat’ bukan itu. Bagi saya, ‘mukjizat’ merujuk pada peristiwa-peristiwa di mana secara sah kita dapat memastikan, bahwa ada kekuatan-kekuatan non-manusiawi yang ikut campur dalam prosesnya. Singkatnya, ‘mukjizat’ adalah yang sepenuhnya dan sesungguhnya merupakan tindakan Allah. ‘Mukjizat’ dalam pengertian ini tidak akan pernah terdesak atau terdepak oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Ia tidak didasarkan pada kekurangpengetahuan manusia. Ia tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan dikuatkan oleh bukti-bukti sejarah”.<br />
Saya 100 persen menyetujui pendapat Craig. Menurut saya, paling sedikit ada tiga hal penting dari apa yang ia kemukakan. Pertama, janganlah kita secara gampangan murahan memakai kata ”mukjizat”. Sedikit-sedikit ”mukjizat”. Agak aneh sedikit, ”mukjizat” Berhasil menagih utang lama, disebut ”mukjizat”. Lolos dari kecelakaan, disebut ”mukjizat”. Memperoleh promosi, disebut ”mukjizat”. Dan seterusnya.<br />
Tentu saja tidak salah untuk mengakui bahwa anugerah dan kasih Tuhan ada di balik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Tapi serta-merta menyebutnya sebagai ”mukjizat”? O, tunggu dulu!</p>
<p>SAYA khawatir dengan berbuat itu kita tanpa sadar telah ”menyeret” Tuhan dalam perkara-perkara remeh-temeh. Ini jelas bukan tindakan yang memuliakan Allah. Terlebih-lebih tatkala yang terjadi adalah, bahwa sekali pun kemahakuasaan-Nya kita sebut-sebut, namun kita tidak memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan. Melainkan sebagai ”pelayan” dan ”pelaksana” keinginan kita. Ia menagih utang kita. Ia menyembuhkan penyakit kita. Bagaikan satpam Ia mengawal kita. Dan seterusnya.<br />
Bagaimana sekiranya yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita itu tidak sesuai dengan keinginan kita? Apakah kita masih menyebutnya sebagai ”mukjizat”? Kemungkinan besar, tidak. Kalau begitu, dalam apa yang kita sebut ”mukjizat” itu, keinginan dan kehendak manusia-lah yang dominan. Padahal yang benar adalah, seperti dikatakan oleh Craig, ”mukjizat” sepenuhnya merupakan ekspresi dari kedaulatan, kemaha-kuasaan dan kebebasan Allah. Terlepas dari apakah itu kita sukai atau tidak.<br />
Sebab itu, nasihat saya, jangan asal ”aneh” kita menyebutnya sebagai ”mukjizat”. Tuhan kita bukanlah ”tukang sulap” agung. Ia adalah Allah, khalik dan pencipta segala sesuatu. Berhati-hatilah! Dukun-dukun Firaun – seperti Musa – juga dapat mengubah tongkat mereka menjadi ular (Keluaran 7::10-12). Dan David Copperfield bisa melakukan hal-hal yang lebih ”ajaib” dari yang dilakukan penginjil-penginjil itu.</p>
<p>HAL kedua yang dikatakan Craig adalah, bahwa ”mukjizat” itu ada serta nyata, dan tidak berlawanan dengan intelektualitas atau rasionalitas kita. Ya! Bahkan saya ingin menegaskan, bahwa justru pandangan yang sebaliknya itulah yang tidak mencerminkan integritas intelektuali serta rasionalitas yang bersangkutan!<br />
Orang-orang tersebut selalu mengklaim, bahwa mereka menjunjung tinggi kenyataan dan kebenaran. Tapi mengapa sikap mereka berubah, ketika kenyataan dan kebenaran menunjukkan bahwa ada hal-hal yang memang benar-benar berada di luar jangkauan kemampuan manusia? Yang semata-mata adalah tindakan Allah?<br />
Siapa mengatakan bahwa ”kehidupan” adalah hasil tindakan manusia? Ilmuwan mana dapat menjelaskan ”keberadaan” sesuatu, termasuk diri mereka sendiri? Bukankah yang paling banter dapat mereka katakan adalah, ”Saya tidak tahu, tapi rasa-rasanya saya ”tiba-tiba” ada begitu saja”? Alkitab mengatakan, itulah ”mukjizat” itu. Kita ”hidup”, kita ”berada”, semata-mata karena tindakan Allah – sepenuhnya! Bahkan bukan pula karena bantuan ”doa” pendeta siapa pun!</p>
<p>BAGI orang kristen, kepercayaan akan ”mukjizat” itu penting. Sebab bila kepercayaan ini ambruk, maka seluruh bangunan iman kristiani pun akan ambruk pula. Bagi umat manusia – kristen atau tidak – kepercayaan akan ”mukjizat” juga penting. Sebab bila orang tidak mempercayainya, lalu cuma mau bergantung pada kemampuan manusiawinya, inilah yang disebut oleh Paulus sebagai ”orang yang paling malang” (1 Korintus 15:19). Percaya akan ”mukjizat” berarti percaya, bahwa kita masih punya sumber pengharapan lain di luar daya serta kemampuan manusiawi kita. Bahwa selalu ada ”kemungkinan” dan ”jalan keluar”.<br />
Namun demikian, betapa pun penting, menurut alkitab, ”mukjizat” bukanlah satu-satunya yang penting. Malah bukan pula yang terpenting. Alkitab selalu konsisten dengan prinsip, bahwa ada yang lebih penting dari apa yang diperbuat Allah. Dan itu adalah diri serta pribadi Allah sendiri! Orang-orang kristen yang terlalu menekankan mukjizat ”jatuh” dalam ”bahaya” itu. Mereka datang, karena apa yang dilakukan Allah. Bukan karena ”Allah” adalah ”Allah”.<br />
Itu sebabnya Yesus dengan tegas menolak orang yang bersedia percaya kepada-Nya, dengan syarat Ia melakukan ”mujizat” terlebih dahulu. No way! ”Mukjizat” tidak boleh menjadi alasan dan landasan iman. Allah bukanlah ”David Copperfield” skala besar, melainkan pencipta dan pemilik kita semua. Yang layak kita sembah, bukan karena Ia mengikuti kehendak kita, tapi karena Ia adalah Allah. Menyenangkan atau tidak menyenangkan. </p>
<p>Eka Darmaputera / Sinar Harapan 2003 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kekristenan.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kekristenan.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kekristenan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kekristenan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kekristenan.wordpress.com&amp;blog=1816372&amp;post=1&amp;subd=kekristenan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kekristenan.wordpress.com/2007/09/29/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
